Situs Perumahan Baru You are at : Category Artikel / Single Artikel
Asuransi Jiwa Dalam KPR Terbengkalai
KPR

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
Share on

November 25th, 2015

Di masa yang semakin maju ini, pembelian atau transaksi terhadap suatu barang dapat diselesaikan dengan sangat mudah melalui metode pembayaran kredit. Animo dari pembayaran kredit juga sangat banyak di kalangan khalayak ramai, karena memang di anggap membantu dan lebih meringankan. Salah satu bentuk pembiayaan kredit yang cukup populer saat ini adalah kredit kepemilikan rumah atau KPR.

KPR banyak disediakan oleh perbankan, yang tujuannya sendiri adalah membantu masyarakat untuk bisa memiliki suatu produk properti. Dalam KPR sendiri ternyata ada beberapa asuransi yang harus ditanggung si pengambil kredit atau nasabah yang menggunakan jasa KPR dari suatu bank. Lazimnya, asuransi yang berada di dalam KPR adalah asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.

Padahal, biaya asuransi jiwa dalam KPR bermanfaat untuk melindungi kepentingan kedua belah pihak yakni, pihak bank dan pemberi kredit maupun Anda sebagai penerimanya. Satu hal yang sering dilakukan oleh calon debitur KPR, yaitu mengukur risiko dari kredit yang diambil. Utamanya adalah risiko dimana debitur meninggal dunia, cacat, atau risiko lain yang menyebabkan kegagalan mengangsur cicilan. Sementara bank yang sudah mengukur risiko. Tentunya bank tidak mau rugi jika nasabahnya meninggal dunia. Tidak hanya itu, rumah yang dikredit juga wajib memiliki perlindungan asuransi. Rerata calon debitur enggan mengurusi hal tersebut, kebanyakan lebih berkonsentrasi bagaimana memenuhi persyaratan KPR dari Bank. Berikut beberapa catatan bagi Anda yang berencana menggunakan jasa KPR.

1.    Asuransi jiwa dalam KPR memproteksi risiko kegagalan dalam membayar, akibat dari kematian selama angsuran. Nilai uang pertanggungan yang dibayarkan akan sesuai dengan nilai total sisa angsuran.
2.    Menetapkan besarnya premi, ada beberapa hal yang wajib dianalisis perusahaan asuransi. Misalnya usia nasabah dan jangka waktu kredit.
3.    Asuransi kerugian/kebakaran memproteksi rumah dari kebakaran atau bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan lauin sebagainya. Uang pertanggungannya berupa ganti rugi biaya pembangunan ulang. Biasanya sekitar 1%-2% besaran premi dari plafon kredit.
4.    Jika tidak terjadi risiko, nilai premi biasanya dianggap hangus atau tidak dikembalikan, tapisudah ada beberapa perusahaan asuransi yang menawarkan pengembalian premi jika tidak terjadi klaim. Pengembalian premi biasa juga disebut dengan istilah no claim bonus. Biasanya perusahaan yang melakukan kebijakan tersebut memasang tarif iuran premi lebih besar.
5.    Bank penyedia KPR juga telah menetapkan perusahaan asuransi rekanannya. Perusahaan rekanan bisa anak perusahaan dari bank pemberi kredit. Misalnya AXA Mandiri dengan Bank Mandiri.
6.    Sejauh ini, perlindungan dalam asuransi KPR juga telah berkembang cukup variatif. Selain itu asuransi jiwa dan kebakaran, ada juga beberapa asurnasi KPR yang menyediakan asuransi sakit, seperti asuransi jiwa dalam KPR.


« PrevNext »