Situs Perumahan Baru You are at : Category Artikel / Single Artikel
Green Living
Rumah Ramah Lingkungan

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
Share on

November 12th, 2012

Green Living Concept

Konsep perumahan yang dirancang berdasarkan keperdulian developer atas keseimbangan alam, dikembangkan dari semangat Go Green. Di beberapa negara wacana ini berkembang menjadi Green Living House, termasuk di Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini mulai menjadi trends bagi perumahan, apartemen yang dibangun dengan tingkat perhatian atas keseimbangan alam, pemanfaatan sumber daya alam secara baik.

Green Living
Green Living merupakan konsep yang tidak hanya menyelamatkan bumi dari kehancuran tetapi juga merupakan cara untuk hidup lebih berhemat, tidak hanya hemat energi tapi juga hemat air, melestarikan sumber daya alam dan meningkatkan kualitas udara. Artha Debang Development memakai kesemuanya itu sebagai seni kolaborasi agar bisa saling berinteraksi dan berkesinambungan.

Beberapa arsitek mengatakan bahwa bangunan hemat energi biasanya mengorbankan bangunan lain, tapi tidak demikian dengan Artha Debang, pengembang beberapa perumahan di Sumatera dan Jawa, dengan nama Debang Residence disesuakan dengan lokasi perumahan. Menghadirkan konsep green living tanpa perlu mengorbankan kenyamanan dan produktifitas yang diakibat  penggunaan materi hemat energi, tetapi jauh lebih lagi itu, bahwa pemakaian energi menjadi lebih sedikit, sehingga menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan namun tetap menguntungkan terutama bagi mereka yang tinggal di lingkungan tersebut.

Eco Green Living merupakan konsep hidup yang berkelanjutan yang memiliki syarat sebagai berikut:
●    Material: material yang digunakan harus ramah lingkungan dan terbuat dari alam yang   sumber energy nya terbarukan dan dikelola secara berkelanjutan namun daya tahannya tetap teruji dan bila memungkinkan mengandung unsur system daur ulang untuk mengurangi sampah.
●    Energi: Bangunan selayaknya dilengkapi dengan jendela yang optimal agar mampu menghemat penggunaan sumber daya listrik (berefek pada lampu dan pendingin ruangan atau AC). Jendela pun dapat meningkatkan kesehatan serta produktifitas penghuninya. Bila memungkinkan sebaiknya gunakan lampu hemat energi, peralatan hemat energi serta tehnologi yang terbarukan, seperti memakai tehnologi surya
●    Air: Air hujan pun bisa dipakai untuk menghemat air, dengan mendaur ulang untuk menyiram tanaman dan sebagainya serta menggunakan system flush pada penyiraman toilet dan memasang pemasang air tanpa listrik (menggunakan sinar matahari). Salah satu penampungan air hujan bisa dengan membuat lubang resapan biopori yang dapat meningkatkan daya resapan air

Perilaku manusia yang tidak bersahabat dengan alam menyebabkan bumi kita tidak lagi ‘hijau’. Bumi mengalami pemanasan global akibat fenomena alam, seperti efek rumah kaca (greenhouse effect). Gerakan ramah lingkungan mulai digalakan (eco-friendly).  Warga masyarakat diajak untuk mencintai lingkungan kita, ini adalah untuk kita sendiri dan generasi setelah kita. Kita harus berusaha hidup untuk ‘menghijaukan’ bumi kita ini, dengan istilah ‘green living’. Mungkin kita tidak harus menanam pohon sendiri. Mungkin kita tidak membuang sampah ke TPA sendiri, tetapi kita bisa berbuat yang terbaik untuk kehidupan keluarga kita dan lingkungan terdekat.

Green Living, 5.0 out of 5 based on 1 rating
« PrevNext »